Halo, salam bertumbuh untuk kita semua! 👋
Di sini, kamu bisa menemukan berbagai penawaran dari kami, mulai dari jasa, produk digital, hingga produk fisik yang siap memenuhi kebutuhanmu.
Yuk, terhubung dan kenalan lebih dekat denganku! Siapa tahu, dari perkenalan dan komunikasi yang terjalin, kita bisa saling berbagi pengalaman, menambah relasi, serta memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan seputar digital marketing.
Karena setiap pertemuan bisa membuka peluang baru, dan setiap koneksi bisa menjadi awal dari sebuah kolaborasi.
Yuk, tumbuh dan berkembang bersama!
📱 WhatsApp: 085183165366
Salam bertumbuh,
Chairil Taba
Halo, perkenalkan, nama saya Chairil Taba. Saya lahir pada 1 Agustus 2001 di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Saya adalah seorang penyandang disabilitas netra total yang saat ini bergerak di bidang marketing digital, pengelolaan media sosial, pembuatan konten, pemasaran produk, serta pengembangan usaha berbasis digital.
Bagi sebagian orang, melihat mungkin menjadi bagian yang paling sederhana dalam menjalani kehidupan. Namun, bagi saya, kehidupan mengajarkan bahwa tidak semua hal harus dilihat dengan mata untuk bisa dipahami, diperjuangkan, dan diwujudkan menjadi sesuatu yang berarti.
Saya bukanlah seseorang yang sejak awal memiliki kemampuan luar biasa, berasal dari keluarga pengusaha besar, atau mempunyai jalan hidup yang selalu dipenuhi kemudahan. Saya hanyalah seorang anak yang tumbuh dengan berbagai keterbatasan, menghadapi keadaan yang tidak selalu mudah, dan perlahan belajar menemukan jalan hidupnya sendiri.
Perjalanan saya tidak dimulai dari kesuksesan. Tidak pula dimulai dari sebuah perusahaan besar, modal yang berlimpah, atau jaringan bisnis yang luas. Semuanya bermula dari kehidupan sederhana, rasa ingin tahu, keberanian untuk mencoba, dan keinginan untuk membuktikan bahwa saya juga memiliki kesempatan untuk berkarya.
Sejak kecil, kehidupan saya sudah diwarnai oleh pengalaman yang tidak mudah. Ketika berusia sekitar empat hingga lima tahun, saya mengalami beberapa kejadian kecelakaan, di antaranya terjatuh dari sepeda motor dan terjatuh dari kursi. Setelah kejadian tersebut, kondisi penglihatan saya mengalami gangguan. Awalnya, saya masih memiliki sisa penglihatan, tetapi seiring berjalannya waktu, penglihatan saya semakin berkurang hingga akhirnya saya mengalami kebutaan total sekitar usia sepuluh tahun.
Sejak saat itu, dunia yang saya kenal berubah. Banyak hal yang sebelumnya bisa dilakukan dengan mudah harus saya pelajari kembali melalui cara yang berbeda. Aktivitas sederhana yang mungkin dianggap biasa oleh orang lain terkadang membutuhkan proses, kesabaran, dan bantuan orang lain bagi saya.
Namun, saya tidak ingin menjadikan pengalaman tersebut sebagai satu-satunya cerita tentang diri saya.
Saya sadar bahwa menjadi penyandang disabilitas netra bukan berarti seluruh kesempatan dalam hidup harus berakhir. Memang ada keterbatasan yang harus saya hadapi. Ada ruang-ruang yang belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Ada pula pandangan masyarakat yang terkadang membuat seseorang dengan disabilitas harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan kepercayaan.
Akan tetapi, saya percaya bahwa keterbatasan fisik tidak seharusnya menjadi ukuran mutlak bagi kemampuan seseorang untuk belajar, berpikir, berkarya, dan membangun masa depan.
Saya mungkin tidak dapat melihat dunia dengan mata, tetapi saya ingin tetap memiliki kesempatan untuk mengambil bagian di dalamnya.
Saya ingin membuktikan bahwa di balik keterbatasan yang terlihat, seseorang tetap mempunyai potensi, gagasan, kreativitas, dan kemampuan yang layak mendapatkan ruang untuk berkembang.
Jika melihat perjalanan saya hari ini, mungkin ada yang bertanya, bagaimana seorang penyandang disabilitas netra bisa tertarik pada dunia marketing digital?
Jawabannya sederhana: semuanya berawal dari kebiasaan yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang, yaitu menggunakan ponsel dan menjelajahi media sosial.
Dulu, saya bukan siapa-siapa dalam dunia bisnis. Saya hanyalah seseorang yang menghabiskan waktu untuk menggunakan ponsel, membaca informasi melalui teknologi yang dapat diakses, serta mengikuti berbagai aktivitas di media sosial. Saya belum memahami bagaimana sebuah bisnis dibangun, bagaimana sebuah produk dipasarkan, atau bagaimana internet bisa menjadi sarana untuk menghasilkan penghasilan.
Saya hanya melihat peluang itu sebagai sesuatu yang menarik, meskipun pada awalnya saya belum benar-benar memahami cara memanfaatkannya.
Saat itu, saya belum mempunyai gambaran besar tentang masa depan. Saya juga belum mengetahui bahwa sesuatu yang awalnya hanya menjadi aktivitas sehari-hari pada akhirnya bisa membuka jalan menuju dunia usaha.
Namun, ada satu hal yang perlahan tumbuh dalam pikiran saya: jika saya hanya menggunakan media sosial untuk mengikuti kehidupan orang lain, kapan saya mulai membangun sesuatu untuk kehidupan saya sendiri?
Pertanyaan itulah yang kemudian menjadi salah satu titik awal perubahan dalam perjalanan saya.
Saya mulai menyadari bahwa internet bukan sekadar tempat untuk mencari hiburan, membaca informasi, atau mengikuti tren. Di dalamnya ada peluang untuk belajar, berjualan, membangun relasi, menawarkan jasa, memperkenalkan produk, bahkan menciptakan sumber penghasilan.
Saya mungkin belum memiliki banyak pengalaman, tetapi saya memiliki rasa ingin tahu. Saya belum menguasai dunia bisnis, tetapi saya bersedia belajar. Saya belum tahu akan sampai di mana perjalanan ini membawa saya, tetapi saya ingin mencoba melangkah.
Dari situlah saya mulai mengubah cara pandang terhadap teknologi dan media sosial.
Saya tidak lagi ingin hanya menjadi penonton. Saya ingin menjadi seseorang yang ikut mengambil bagian, menciptakan peluang, dan membangun sesuatu dengan kemampuan yang saya miliki.
Perjalanan saya membangun kemandirian tidak terjadi dalam semalam. Saya tidak langsung menjadi seorang digital marketer, apalagi langsung mempunyai usaha yang berjalan dengan baik.
Sebelum mengenal dunia marketing digital lebih jauh, saya mencoba berbagai hal sederhana. Salah satunya adalah berjualan pulsa dan mencari peluang usaha lain yang memungkinkan saya untuk mulai belajar menghasilkan uang secara mandiri.
Bagi sebagian orang, berjualan pulsa mungkin terlihat sebagai usaha kecil yang biasa saja. Namun, bagi saya, langkah tersebut memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar transaksi jual beli.
Di sana, saya belajar bahwa menghasilkan uang membutuhkan usaha. Saya belajar mengenal kebutuhan orang lain, menawarkan sesuatu yang mereka perlukan, melayani pelanggan, dan memahami bahwa kepercayaan merupakan bagian penting dalam menjalankan usaha.
Saya juga mulai memahami bahwa untuk membangun sesuatu yang lebih besar, seseorang tidak harus selalu memulainya dari sesuatu yang besar.
Kadang-kadang, langkah pertama justru datang dari hal sederhana yang sering kali tidak diperhitungkan oleh orang lain.
Saya tidak malu menceritakan awal perjalanan tersebut. Sebab, saya percaya bahwa setiap proses mempunyai nilai. Apa yang saya pelajari dari usaha kecil menjadi bagian dari bekal yang kemudian saya bawa ketika mulai mengenal dunia pemasaran digital.
Saya belajar bahwa usaha tidak selalu dimulai dengan modal besar. Ada kalanya usaha dimulai dengan keberanian untuk mencoba, kemauan untuk belajar, dan kesediaan untuk menerima kenyataan bahwa tidak semua percobaan akan menghasilkan sesuatu seperti yang diharapkan.
Yang terpenting bukanlah seberapa besar langkah pertama kita, melainkan apakah kita berani mengambil langkah itu dan belajar dari perjalanan yang kita lalui.
Seiring berjalannya waktu, keinginan saya untuk berkembang semakin besar. Saya tidak ingin terus-menerus berada di titik yang sama. Saya ingin memahami bagaimana sebuah usaha bisa bertahan, bagaimana produk dapat dikenal lebih luas, dan bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang ekonomi.
Saya pun mulai mencari berbagai kesempatan untuk belajar.
Saya mengikuti pelatihan demi pelatihan, mulai dari kegiatan gratis hingga pelatihan berbayar. Saya mencoba mencari ilmu dari berbagai sumber, mempelajari pengalaman orang lain, serta memahami berbagai keterampilan yang berkaitan dengan bisnis dan pemasaran.
Perjalanan mencari ilmu itu tidak selalu mudah. Ada banyak hal yang harus saya pelajari dari awal. Ada istilah yang belum saya pahami, ada strategi yang sebelumnya terasa asing, dan ada keterampilan yang membutuhkan waktu untuk dikuasai.
Namun, saya berusaha menjadikan setiap kesempatan belajar sebagai bekal.
Saya percaya bahwa pendidikan tidak selalu berhenti di ruang kelas. Terkadang, pelajaran paling berharga justru kita temukan ketika berusaha memahami dunia nyata, mencoba menerapkan pengetahuan, menghadapi kesalahan, dan memperbaiki cara kerja kita.
Bagi saya sebagai penyandang disabilitas netra total, proses belajar juga menuntut kemampuan beradaptasi. Saya memanfaatkan teknologi yang dapat diakses, termasuk fitur pembaca layar, untuk membaca informasi, mengelola perangkat, mempelajari materi, dan menjalankan berbagai aktivitas digital.
Saya menyadari bahwa teknologi aksesibilitas bukan sekadar alat bantu. Ketika digunakan dengan tepat, teknologi tersebut dapat menjadi jembatan yang menghubungkan saya dengan pengetahuan, pekerjaan, dan peluang yang lebih luas.
Dari berbagai proses belajar itu, saya semakin memahami bahwa kemampuan bukan sesuatu yang selalu hadir sejak awal. Kemampuan bisa dibangun secara bertahap, selama seseorang bersedia belajar, berlatih, dan tidak berhenti ketika menghadapi kesulitan.
Saya juga belajar bahwa mengikuti banyak pelatihan saja tidak cukup. Ilmu perlu diterapkan. Pengetahuan perlu diuji melalui praktik. Dan pada akhirnya, seseorang harus berani mengambil tanggung jawab atas langkah yang dipilihnya sendiri.
Saya tidak ingin selamanya hanya menjadi orang yang mengumpulkan pengetahuan dari satu pelatihan ke pelatihan berikutnya. Saya ingin mulai membangun sesuatu berdasarkan ilmu yang telah saya pelajari.
Saya ingin mencoba berjalan dengan kemampuan sendiri, meskipun saya tahu perjalanan itu tidak akan selalu mulus.
Salah satu titik penting dalam perjalanan saya adalah ketika pada akhir tahun 2023 saya memutuskan untuk lebih serius terjun ke dunia marketing digital.
Keputusan itu bukan keputusan yang datang begitu saja. Ada proses belajar, pengalaman mencoba berbagai peluang, dan keinginan untuk menemukan bidang yang sesuai dengan kemampuan serta kondisi saya.
Saya melihat dunia digital memiliki ruang yang cukup luas untuk berkembang. Melalui internet, seseorang dapat memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan pelanggan, mengelola media sosial, menawarkan jasa, dan menjangkau orang-orang yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bagi saya, bidang ini juga membuka kesempatan untuk bekerja dengan pendekatan yang lebih fleksibel. Dengan memanfaatkan teknologi aksesibilitas, saya dapat mempelajari berbagai platform, mengelola informasi, menyusun materi promosi, serta menjalankan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan saya.
Saya tidak mengatakan bahwa dunia digital selalu mudah bagi penyandang disabilitas. Masih ada platform yang belum sepenuhnya aksesibel, tantangan teknis yang harus diselesaikan, serta persaingan yang menuntut kemampuan untuk terus berkembang.
Namun, saya melihat bahwa ada peluang yang layak diperjuangkan.
Saya mulai membangun pemahaman tentang pemasaran digital, mempelajari cara menyampaikan pesan promosi, mengenali kebutuhan calon pelanggan, serta memahami pentingnya membangun kepercayaan dalam bisnis.
Saya belajar bahwa marketing bukan sekadar menawarkan barang atau jasa. Marketing adalah tentang bagaimana memahami kebutuhan orang lain, menyampaikan manfaat dengan cara yang tepat, membangun hubungan, dan menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan.
Dari situlah saya mulai membentuk arah perjalanan saya.
Saya ingin menjadikan keterampilan digital bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai kemampuan yang dapat digunakan untuk membangun usaha, memberikan layanan, dan menciptakan manfaat bagi orang lain.
Saya tahu bahwa untuk sampai pada tujuan tersebut, saya masih harus banyak belajar. Akan tetapi, saya memilih untuk memulai daripada terus menunggu sampai merasa benar-benar siap.
Sebab, terkadang kita tidak menjadi siap terlebih dahulu baru berani melangkah. Justru dengan melangkah, kita belajar menjadi lebih siap.
Sejak memutuskan untuk lebih serius menekuni dunia digital, saya mulai berusaha mengembangkan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pemasaran, pengelolaan media sosial, pembuatan konten, serta layanan digital lainnya.
Saya juga mengembangkan kegiatan usaha melalui ZMI Media Center, sebuah komunitas sekaligus wadah usaha digital yang saya dirikan pada 17 Desember 2020 dan terus saya kembangkan melalui berbagai kegiatan serta layanan berbasis daring.
Dalam perjalanan mengembangkan ZMI Media Center, saya belajar bahwa membangun sebuah usaha bukan hanya tentang memiliki nama, logo, atau akun media sosial. Lebih dari itu, membangun usaha berarti belajar menjaga kepercayaan, mengelola pekerjaan, memahami kebutuhan pelanggan, bekerja sama dengan orang lain, dan bertanggung jawab terhadap layanan yang diberikan.
Saya ingin ZMI Media Center menjadi ruang untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi, termasuk dalam bidang media digital, promosi, konten kreatif, dan pemasaran.
Bagi saya, sebuah usaha mempunyai nilai yang lebih besar ketika keberadaannya tidak hanya berorientasi pada penghasilan, tetapi juga membuka kesempatan bagi orang lain untuk belajar dan berkembang.
Saya ingin terus membangun jaringan, memperluas pengalaman, serta mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Saya juga menekuni aktivitas pemasaran afiliasi melalui platform seperti TikTok dan Shopee. Melalui kegiatan tersebut, saya belajar bagaimana sebuah produk diperkenalkan kepada calon pembeli, bagaimana konten dapat membantu menyampaikan informasi, dan bagaimana komunikasi yang tepat bisa menjadi bagian dari proses pemasaran.
Saya memahami bahwa keberhasilan dalam pemasaran digital tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan atau mengikuti tren sesaat. Dibutuhkan konsistensi, pemahaman terhadap produk, kemampuan menyampaikan informasi, serta kemauan untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan.
Saya masih terus belajar dan mengembangkan diri. Bagi saya, perjalanan membangun usaha bukan perlombaan untuk terlihat paling sukses, melainkan proses untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Saya ingin setiap pengalaman yang saya peroleh menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh.
Saat ini, saya juga mengembangkan diri sebagai seorang freelancer penyandang disabilitas netra dengan fokus pada pekerjaan yang berkaitan dengan marketing digital dan pengelolaan layanan berbasis internet.
Bagi saya, menjadi freelancer bukan hanya tentang bekerja secara mandiri. Ini juga tentang membangun kepercayaan, menawarkan keterampilan yang dimiliki, mengatur tanggung jawab, dan memberikan hasil kerja yang bermanfaat bagi klien.
Saya percaya bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam dunia kerja, termasuk di bidang digital. Tentu saja, kesempatan tersebut perlu didukung oleh aksesibilitas, lingkungan kerja yang inklusif, dan penilaian yang adil terhadap kemampuan seseorang.
Saya tidak ingin orang mengenal saya hanya dari kondisi penglihatan saya. Saya ingin orang juga mengenal keterampilan, pengalaman, gagasan, dan pekerjaan yang sedang saya bangun.
Saya ingin ketika seseorang bekerja sama dengan saya, hal yang menjadi pertimbangan utama adalah kualitas layanan, komunikasi, tanggung jawab, dan komitmen saya terhadap pekerjaan.
Saya menyadari bahwa kepercayaan tidak bisa diperoleh hanya melalui cerita inspiratif. Kepercayaan perlu dibangun melalui tindakan nyata, pelayanan yang baik, dan kesediaan untuk terus memperbaiki diri.
Karena itu, saya berusaha menjadikan setiap kesempatan sebagai ruang untuk belajar dan menunjukkan bahwa keterbatasan penglihatan tidak serta-merta menghilangkan kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Bagi saya, dunia digital bukan sekadar tempat mencari penghasilan. Dunia digital juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa seseorang dengan disabilitas mempunyai potensi untuk berkarya, berwirausaha, membangun jaringan, dan mengambil peran dalam perkembangan masyarakat.
Saya ingin menjadi bagian dari perubahan tersebut, meskipun saya tahu perjalanan ini masih panjang.
Ada satu hal yang ingin saya tegaskan melalui perjalanan hidup ini.
Saya tidak ingin dikenal hanya karena saya seorang penyandang disabilitas netra total. Saya ingin dikenal sebagai seseorang yang terus belajar, berusaha, dan membangun sesuatu dengan kemampuan yang dimiliki.
Saya tidak menutup mata terhadap kenyataan bahwa disabilitas menghadirkan tantangan tersendiri. Ada aktivitas yang membutuhkan bantuan orang lain. Ada situasi yang mengharuskan saya mencari cara berbeda. Ada pula kesempatan yang mungkin tidak dapat saya raih semudah orang lain.
Namun, saya tidak ingin seluruh identitas dan masa depan saya ditentukan hanya oleh tantangan tersebut.
Saya ingin masyarakat melihat bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar kelompok yang membutuhkan bantuan. Kami juga memiliki kemampuan, ide, kreativitas, keinginan untuk mandiri, dan kesempatan untuk memberikan kontribusi.
Kami juga ingin bekerja. Kami ingin membangun usaha. Kami ingin menghasilkan karya. Kami ingin mendapatkan kepercayaan berdasarkan kemampuan, bukan semata-mata karena rasa kasihan.
Bagi saya, dukungan yang paling berarti bukan hanya ketika seseorang mengatakan bahwa penyandang disabilitas itu hebat. Dukungan yang lebih nyata adalah ketika masyarakat memberikan kesempatan yang setara, menyediakan akses yang dibutuhkan, serta membuka ruang agar kami dapat menunjukkan kemampuan melalui pekerjaan dan karya.
Saya tidak berharap semua orang memahami seluruh perjalanan hidup saya. Akan tetapi, saya berharap semakin banyak orang menyadari bahwa kesempatan yang terbuka dapat mengubah cara seseorang memandang masa depannya.
Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang bukanlah belas kasihan, melainkan kesempatan pertama untuk membuktikan apa yang bisa ia lakukan.
Saya juga memahami bahwa perjalanan membangun usaha tidak selalu dipenuhi keberhasilan.
Ada masa ketika kita sudah berusaha, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Ada saat ketika kita merasa tertinggal dibandingkan orang lain. Ada pula waktu ketika kita harus mengevaluasi keputusan, memperbaiki strategi, dan kembali belajar dari awal.
Saya bukan orang yang mengklaim sudah menguasai seluruh ilmu marketing digital. Saya masih berada dalam perjalanan untuk meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan membangun usaha agar semakin baik.
Saya percaya bahwa kejujuran terhadap proses adalah bagian penting dari pertumbuhan.
Saya tidak perlu berpura-pura sudah mengetahui segalanya untuk bisa melangkah. Saya hanya perlu bersedia belajar dari apa yang belum saya pahami, menerima masukan, dan berusaha memperbaiki kekurangan.
Bagi saya, kesuksesan bukan sekadar tentang seberapa besar penghasilan yang diperoleh atau seberapa banyak orang yang mengenal nama kita.
Kesuksesan juga tentang keberanian untuk memulai ketika keadaan belum sempurna, ketekunan untuk melanjutkan ketika hasil belum terlihat, dan kemampuan untuk tetap belajar ketika kita menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki.
Saya ingin terus bertumbuh, bukan hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai manusia.
Saya ingin menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, lebih bijaksana dalam mengambil keputusan, lebih baik dalam melayani orang lain, dan lebih mampu memanfaatkan pengetahuan untuk sesuatu yang bermanfaat.
Saya tahu bahwa perjalanan menuju tujuan tersebut tidak akan selesai dalam satu atau dua tahun. Akan selalu ada hal baru yang perlu dipelajari. Akan selalu ada tantangan yang menguji kesiapan kita.
Dan saya ingin tetap menjadi seseorang yang bersedia belajar.
Ketika berbicara tentang masa depan, saya memiliki harapan untuk terus mengembangkan kemampuan dan usaha di bidang digital marketing.
Saya ingin memperluas layanan yang saya jalankan, membangun kolaborasi dengan lebih banyak pihak, serta mengembangkan ZMI Media Center agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Saya juga ingin ikut membuka wawasan bahwa bidang digital dapat menjadi salah satu pilihan bagi penyandang disabilitas netra untuk belajar, membangun keterampilan, dan mengembangkan peluang usaha.
Saya tidak mengatakan bahwa semua penyandang disabilitas harus memilih pekerjaan yang sama dengan saya. Setiap orang memiliki minat, kemampuan, dan tujuan hidup yang berbeda. Namun, saya ingin menunjukkan bahwa ada ruang yang dapat dieksplorasi, selama kita memperoleh akses, dukungan yang tepat, dan kesempatan untuk belajar.
Jika pengalaman saya dapat memberikan inspirasi kepada seseorang untuk mulai belajar menggunakan teknologi, mencoba berjualan, mengembangkan keterampilan, atau membangun usaha kecil, saya akan merasa bahwa perjalanan ini memiliki arti yang lebih luas.
Saya ingin membagikan pesan bahwa kita tidak harus menunggu memiliki segalanya untuk mulai membangun sesuatu.
Kita bisa memulai dari apa yang ada, mempelajari apa yang belum diketahui, dan memperbaiki apa yang masih kurang.
Tidak semua orang memulai dari garis yang sama. Tidak semua orang memiliki akses, dukungan, atau sumber daya yang setara. Karena itu, saya tidak ingin menyederhanakan perjuangan seseorang dengan mengatakan bahwa semua hal cukup diselesaikan dengan semangat.
Semangat memang penting, tetapi kesempatan, aksesibilitas, pengetahuan, lingkungan yang mendukung, dan kerja keras juga memiliki peran yang besar.
Saya percaya bahwa ketika semua itu dipertemukan, semakin banyak orang dapat menemukan ruang untuk berkembang dan membangun kehidupannya sendiri.
Itulah salah satu alasan mengapa saya ingin terus bergerak di dunia digital.
Saya ingin perjalanan ini bukan hanya tentang apa yang bisa saya peroleh, tetapi juga tentang apa yang bisa saya pelajari, apa yang bisa saya bangun, dan manfaat apa yang suatu hari dapat saya bagikan kepada orang lain.
Jika hari ini ada yang bertanya kepada saya, siapa Chairil Taba?
Saya akan menjawab bahwa saya adalah seorang penyandang disabilitas netra total yang sedang membangun perjalanan di bidang marketing digital. Saya adalah seorang pembelajar yang pernah memulai dari hal sederhana, berusaha mencari ilmu melalui berbagai pelatihan, dan perlahan mencoba mengembangkan usaha dengan kemampuan yang saya miliki.
Saya bukan seseorang yang memiliki semua jawaban. Saya juga bukan orang yang sudah mencapai seluruh impiannya.
Saya masih belajar. Saya masih berproses. Saya masih berusaha membangun masa depan yang lebih baik.
Namun, saya bangga karena saya memilih untuk mencoba.
Saya bangga karena saya tidak membiarkan cerita hidup saya berhenti pada apa yang pernah terjadi di masa lalu. Saya berusaha menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan yang membentuk diri saya hari ini.
Bagi saya, masa lalu adalah bagian dari cerita, tetapi bukan satu-satunya penentu arah masa depan.
Saya tidak bisa mengubah semua yang sudah terjadi. Saya tidak bisa mengembalikan penglihatan yang telah hilang. Namun, saya masih memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, membangun usaha, menjalin hubungan dengan orang lain, dan memberikan kontribusi melalui pekerjaan yang saya lakukan.
Saya mungkin tidak dapat melihat matahari terbit dengan mata saya sendiri, tetapi saya masih bisa merasakan bahwa setiap hari memberikan kesempatan baru untuk memulai.
Saya mungkin tidak bisa melihat seberapa jauh jalan yang harus saya tempuh, tetapi saya bisa memilih untuk terus melangkah, satu langkah demi satu langkah.
Dan saya percaya, hidup tidak selalu tentang seberapa cepat kita sampai di tujuan. Terkadang, hidup adalah tentang keberanian untuk tetap berjalan meskipun kita belum mengetahui dengan pasti apa yang menanti di depan.
Nama saya Chairil Taba.
Saya berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Saya seorang penyandang disabilitas netra total, pelaku usaha, freelancer, dan penggiat marketing digital yang masih terus belajar dan berkembang.
Saya tidak ingin menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti mencoba. Saya ingin menjadikan kemampuan yang saya miliki sebagai bekal untuk terus berkarya.
Perjalanan saya mungkin belum selesai. Masih banyak impian yang ingin saya wujudkan, masih banyak ilmu yang ingin saya pelajari, dan masih banyak hal yang ingin saya bangun.
Namun, satu hal yang saya yakini: saya tidak harus menunggu menjadi sempurna untuk mulai melakukan sesuatu yang berarti.
Karena pada akhirnya, nilai seseorang tidak hanya ditentukan oleh apa yang dapat dilihat dari dirinya, tetapi juga oleh apa yang ia perjuangkan, apa yang ia bangun, dan bagaimana ia menggunakan kemampuannya untuk menjalani kehidupan.
Saya Chairil Taba. Saya tidak memilih semua keadaan yang membentuk perjalanan hidup saya, tetapi saya memilih untuk terus belajar menentukan ke mana langkah saya akan dibawa.
Dan selama masih ada kesempatan untuk belajar, selama masih ada ruang untuk berkarya, serta selama masih ada harapan yang bisa diperjuangkan, saya ingin terus melangkah.
Bukan untuk membuktikan bahwa saya lebih hebat daripada orang lain, melainkan untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa perjalanan hidup saya masih memiliki banyak kemungkinan.
Sebab, bagi saya, keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah cerita.
Terkadang, justru dari bagian hidup yang paling sulit, seseorang mulai menemukan alasan untuk menulis cerita yang berbeda.
Inilah perjalanan saya. Bukan kisah tentang seseorang yang tidak pernah jatuh, melainkan tentang seseorang yang memilih untuk terus mencoba bangkit, belajar, dan bertumbuh.
Salam kenal, saya Chairil Taba.
Mari bertumbuh, berkarya, dan membangun kesempatan bersama di dunia digital.
📍 JL Pannujuang, RT 2/RW 4, Dusun Borongkanang, Desa Bontolangkasa Selatan, Kec Bontonompo, Kab Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan